What is wrong with this song – “Warisan” (1)
My father said that when he was younger, he was sent to a BTN (Biro Tata Negara) course. In that course, he was taught this song:
Anak kecil main api,
Terbakar hatinya yang sepi,
Air mata darah bercampur keringat,
Bumi dipijak milik orang.
Nenek moyang kaya raya,
Tergadai seluruh harta benda,
Akibat sengketa sesamalah kita,
Cinta lenyap di arus zaman.
Indahnya bumi kita ini,
Warisan berkurun lamanya,
Hasil mengalir ke tangan yang lain,
Peribumi merintih sendiri.
Kini cuma tinggal kuasa,
Yang akan menentukan bangsa,
Bersatulah hati, bersama berbakti,
Pulih kembali harga diri.
Indahnya bumi kita ini,
Warisan berkurun lamanya,
Hasil mengalir ke tangan yang lain,
Peribumi merintih sendiri.
Kita sudah tiada masa,
Bangunlah dengan gagah perkasa,
Janganlah terlalai teruskan usaha,
Melayu kan gagah di nusantara
He said that he and the course participants was made to rehearse this song over and over again, until he could memorise it by heart.
Some people say that there is no harm in this song. After all a song that was meant to motivate people is good. But then look again…
Or rather “listen” again….
Don’t just listen to the lyrics… but listen to its meaning…
More on this in the future…
10 Comments »
Leave a comment
-
Recent
-
Links
-
Archives
- June 2009 (1)
- May 2009 (3)
- July 2008 (1)
- June 2008 (2)
- May 2008 (6)
- April 2008 (3)
- March 2008 (6)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS
Sebenarnya lagu ini menguatkan semangat orang melayu dan ia wajar diambil tahu oleh golongan2 muda sekarang yang sememangnya telah ramai hanyut dan tak sedar yang silap ari bulan nama tanah melayu yang tertera dlm peta kita dalam sejarah mungkin akan bertukar menjadi tanah cina or apa saja jika selagi anak melayu kita tak sedar tentang pendirian masing2
anak-anak melayu wajar untuk tahu lagu ini dan perlu ada kesedaran tentang agama, bangsa & tanahair.
makan babi la melayu….
Stop Racism in BTN, one country, one people!
huhu…
glad dat i still remember how to sing dis song
last time at secondary school we always told to sing dis song.
but now i know da meaning of dis song… it sad to see if da new malaysia really born…
it more sad nowadays to watch we all fight each other just for power n self agenda…
wonder when we will united,rise n shine again.
huhu…
Yes, and Hitler was not racist!
We malays must stop deceiving ourselves. We are not Orang Asal and must respect those who are
salam,
btn memang bagus dalam memupuk dan membina masyarakt yang cintakan negara. tetapipada pandangan saya, skop atau silibus kursus memang selari dengan objektifnya tetapi malangnya ia selalu diselitkan dengan agenda politik. seakan bukan memupuk cintakan negara tetapi cintakan kerajaan..sory to said. its was my opinion
saya juga merasakan btn ini bagus tapi modul nyer macam nak kite sokong sumer dasar kerajaan walaupun benda tu salah
kalau lah btn ini untuk semua , kenapa ada elemen Melayu sahaja…this is not right….
kita kena tahu lagu juga boleh mengganggu sensitiviti kaum lain
“macam Melayu jer ada kat Malaysia nie, abis tuh kita nih siapa?”
jangan sampai ayat ini bermain diminda kaum lain
we should concern of this thing…
indeed, ini bertujuan untuk meningkatkan semagat pertiwi di kalangan bangsa Melayu,
but
lebih baik jangan ajak orang bukan Melayu join… we should know that what can happened….
That is why i don’t wang to sing the NegaraKu song anymore.